Dulu Penjaga Gawang Andalan Timnas Indonesia, Mantan Kiper Ini Kini Nyaman Jadi Peternak Ikan
Dulu penjaga gawang andalan timnas Indonesia, mantan kiper ini kini nyaman jadi peternak ikan.
Pandemi Covid-19 membuat banyak orang banting setir.
Termasuk melakukan kegiatan yang sebenarnya jauh terbayangkan olehnya sebelumnya.
Hal itu lantaran banyak aktivitas kita yang dilakukan di rumah selama pandemi.
Mulai dari ternak ikan cupang, hingga membuat kolam lele maupun nila banyak dilakukan di masa pandemi Covid-19.
Pasalnya, membuat kolam ikan tak memerlukan lahan yang luas, cukup memanfaatkan halaman rumah.
Seperti yang dilakukan mantan kiper andalan timnas Indonesia.
Kegiatannya yang menjadi peternak ikan nila itu terungkap ketika mantan rekan setimnya, Hamka Hamjah mendatangi kediamannya di Bandung, Jawa Barat.
Saat berbincang dan nostalgia di era kejayaannya dulu, Hamka Hamjah tertarik melihat deretan drum besar yang ada di halaman rumah sang mantan kiper.
Sang mantan kiper itu ialah markus harison
Di sela kesibukannya, saat ini, Markus Harison tengah nyaman menernak ikan nila dengan metode bioflok di rumahnya.
Dilansir dari laman Kementerian Pertanian, bioflok adalah salah satu teknologi budidaya ikan.
Yakni suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaat mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.
Berbekal informasi dari Youtube, Markus Harison pun memulai ternak ikan nila.
"Pas pandemi saya dapat ide di youtube.
Saya cari tau ikan apa yang bisa bioflok.
Terus saya beli barang-barangnya saya di online," papar Markus Horison dilansir TribunJakarta.com dari channel Capt Hamka, Sabtu (5/3/2022).
Hamka Hamzah yang penasaran dengan konsep ternak ikan sahabatnya kemudian dijelaskan oleh Markus Harison.
"Bioflok itu ada yang medianya pakai tanah atau yang pakai terpal," tutur sang mantan kiper Persib Bandung itu.
Kendati cukup banyak memiliki kolam ikan nila, Markus Harison menyebut tak menjual ikan yang dipeliharanya itu.
"Seharusnya kalau bioflok untuk dijual tapi kalau saya untuk dimakan sendiri," kata maskua.
Dirikan sekolah sepak bola
Meski sudah pensiun sebagai pemain sepak bola, kehidupan mantan kiper PSMS Medan ini tetap bergelut dengan dunia si kulit bundar.
Markus Horison saat ini dipercaya Shin Tae-yong menjadi pelatih kiper di Timnas U-16.
Selain itu, dia juga mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) markus di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Di SSB miliknya itu, markus tak mematok tarif untuk para anak-anak yang ingin mengasah bakatnya di dunia sepak bola.
"Di SSB saya banyak anak yang enggak mampu.
Jadi mereka bayar seikhlasnya.
Ada yang Rp 10 ribu, ada yang Rp 15 ribu, ya enggak apa-apa," tutur Markus Horison.
Sebagai seorang mantan penjaga gawang, markus pun berharap kelak akan ada kiper-kiper hebat dari tanah air yang bisa berkarir di luar negeri.
"Sekarang kan baru pemain aja nih yang ke luar negeri, kiper belum ada yang main ke luar negeri," ucap markus harison.
Adapun saat ini, ujar Markus Harison Indonesia tak kesulitan melahirkan kiper-kiper hebat di usia muda.
Apalagi dengan postur kiper muda saat ini yang cukup tinggi.
"Sekarang tingginya rata-rata 180 cm, itu masih 16 tahun ya. Jadi tinggal diasah lagi aja," tuturnya.
Posting Komentar untuk "Dulu Penjaga Gawang Andalan Timnas Indonesia, Mantan Kiper Ini Kini Nyaman Jadi Peternak Ikan"